Tips mengisi profil LinkedIn untuk fresh graduate

Menyandang status fresh graduate adalah perkara susah-susah gampang. Saat dirimu merasa senang karena sudah terbebas dari ikatan pendidikan, disisi lainnya kamu merasa dilema karena harus menghadapi kerasnya dunia kerja yang segera akan kamu rasakan.

Dunia kerja tak semudah yang kamu bayangkan. Kamu tentunya harus bersaing dengan orang lain yang mungkin jauh lebih ‘siap’ dibandingkan kamu.

Berbagai upaya sudah dilakukan demi mendapatkan pekerjaan yang sesuai. Salah satunya melalui LinkedIn.

LinkedIn sudah tidak asing lagi bagi para jobseeker, terutama bagi para fresh graduate. Melalui LinkedIn, kamu bisa mendapatkan peluang pekerjaan yang lebih besar, meskipun kamu menyandang status fresh graduate dan belum memiliki pengalaman yang cukup.

Cara mengisi profil LinkedIn untuk fresh graduate

Meskipun fresh graduate, kamu harus pintar – pintar mengisi profil LinkedIn supaya menarik. Nah, disini aku akan menjelaskan bagaimana cara mengisi profil LinkedIn untuk fresh graduate supaya menarik. Simak caranya berikut ini.

1. Tambahkan foto profil “formal” atau “profesional”

Foto profil adalah identitas yang memudahkan orang lain untuk mengenal seseorang. Maka unggahlah foto profil terbaikmu di LinkedIn. Foto profil yang diunggah sebaiknya adalah foto formal.

Saat mengambil foto, sebisa mungkin dengan wajah ter-close-up dan ekspresi tersenyum, serta pakaian yang nampak rapi dan tidak aneh aneh.

Jangan mengunggah foto profil LinkedIn dengan foto yang non-formal, misalnya foto selfie dengan gaya bebas dan ekspresi yang sama sekali tidak menggambarkan profesionalitas. Kamu tidak akan terlihat meyakinkan jika kamu memasang foto profil yang ‘nyeleneh’ yang seharusnya tidak kamu unggah di jejaring profesional seperti di LinkedIn.

Contoh foto profil yang saya pakai di LinkedIn.

Contoh Foto Profil LinkedIn
Contoh Foto Profil LinkedIn

Mengingat LinkedIn adalah platform profesional, sebisa mungkin memasang foto yang formal, atau kalau tidak ada paling tidak pakai foto yang normal seperti diatas.

2. Tambahkan ringkasan singkat

Deskripsikan mengenai dirimu disini. Isilah ringkasan dengan baik dan jangan diabaikan. Kebanyakan dari fresh graduate akan melewati atau membiarkan form ini kosong karena merasa belum memiliki pengalaman apapun sehingga tidak tahu apa yang harus ditulis.

Padahal, disini kamu dapat membuat ringkasan sebanyak kurang lebih 2000 karakter. Cukup untuk menceritakan kisah karir kamu secara singkat.

Atau jika kamu benar – benar belum memiliki pengalaman karir apapun, kamu bisa ceritakan keterampilan yang benar – benar kamu kuasai. Ceritakan pengalaman kamu dari nol hingga kamu bisa memiliki keterampilan sebaik itu.

Kamu juga bisa menceritakan pencapaian kamu yang paling membanggakan, apa saja yang menjadi passion kamu, apa kelebihan kamu, baik hard skil maupun soft skill.

Nah, tips menulis resume yang baik adalah, jangan terlalu banyak menggunakan paragraf. Namun juga usahakan jangan menulis terlalu panjang dan padat dalam satu paragraf, supaya pembaca tidak malas atau lelah membaca tulisanmu yang terlalu panjang.

Kamu juga bisa menautkan dokumen, foto, video, website, ataupun presentasi kedalam ringkasan kamu. Silahkan upload jika kamu sudah menyiapkannya.

Untuk contoh, ringkasan berikut mungkin dapat kamu jadikan salah contoh bagi fresh graduate yang belum memiliki pengalaman apapun.

Contoh mengisi ringkasan di LinkedIn
Contoh mengisi ringkasan di LinkedIn

3. Tambahkan pengalaman dan pendidikan

Banyak fresh garduate yang bingung mengisi pengalaman kerjanya di sini, padahal ada sesuatu yang lain yang bisa kamu tambahkan.

Kamu belum memiliki pengalaman kerja?

Padahal, meskipun kamu belum memiliki pengalaman kerja, kamu bisa menambahkan pengalaman magang di perusahaan, walaupun itu singkat.

Atau kamu pernah bekerja paruh waktu dan juga misalnya kamu memiliki sebuah usaha sendiri atau bisnis yang kamu bangun sendiri, kamu bisa menambahkannya sebagai pengalaman kamu.

Jangan lupa untuk menambahkan pendidikan terakhir kamu. Jika kamu adalah seorang mahasiswa yang baru saja lulus, cantumkan saja universitas tempat kamu menempuh pendidikan disana.

Jangan ragu untuk menambahkan tahun lulus kuliah. Meskipun akan menunjukkan kamu adalah seorang fresh graduate, percayalah. Dengan keterampilan mumpuni yang kamu miliki, kamu tidak akan kalah saing dengan orang – orang yang sudah memiliki pengalaman kerja sekalipun.

4. Tambahkan berbagai macam keahlian

Nah, disini adalah hal yang paling penting untuk seorang fresh graduate. Saatnya kamu menunjukkan kekuatanmu disini.

Kamu berkesempatan untuk menambahkan keahlian hingga 50. Tetapi sebaiknya jangan kamu lakukan. Keahlian bukanlah sesuatu yang hanya bertujuan untuk pamer dan menaikkan citra. Bukan seberapa banyak keahlian yang kamu miliki, tapi seberapa dalam kamu mampu menguasai apa yang sudah kamu sebut menjadi keahlian.

Jika kamu tidak siap menunjukkan keahlian kepada orang lain, misalnya tidak siap jika ditanya dalam sebuah sesi wawancara, maka jangan tunjukkan itu sebagai keahlian.

Misalnya kamu bisa mengedit beberapa foto dengan Photoshop, bukan berarti kamu harus mengklaim bahwa kamu ahli menggunakan Photoshop.

Atau jika kamu pernah mengambil kelas bahasa China selama 1 bulan, bukan berarti kamu harus mengklaim jika kamu mampu berbahasa China dengan fasih dan benar sehingga kamu masukkan kedalam LinkedIn sebagai keahlian kamu.

Jangan berbohong untuk masalah keahlian. Jika kamu diminta untuk menunjukkannya, pastikan kamu siap untuk diuji kapanpun, sebagai konsekuensi karena kamu sudah memberanikan diri mencantuman hal tersebut sebagai keahlianmu.

5. Tambahkan URL profil dan kontak aktif

URL adalah alamat dimana orang lain dapat menemukanmu secara online. Secara default memang URL sudah tersedia secara otomatis sesuai dengan nama akun LinkedIn yang kamu buat.

Tetapi, URL tersebut dapat kamu ganti menjadi URL yang lebih unik dan mudah diingat. Lalu bagaimana jika URL kamu tetap sesuai dengan default? Tentu tidak masalah, namun alangkah baiknya kamu ganti menjadi URL yang mudah diingat. Sehingga nantinya orang lain akan dengan mudah menemukan profil kamu.

Jangan lupa untuk menambahkan nomor telepon aktif yang sewaktu – waktu dapat dihubungi. Tambahkan pula alamat email serta alamat website jika kamu memilikinya.

Bagaimana jika kamu tidak menambahkan nomor telepon, email, atau website? Tentu orang yang ingin menghubungimu akan sulit melakukannya jika kamu tak meninggalkan kontak yang dapat dihubungi. Kesempatanmu juga tentu akan hilang.

Maka dari itu, paling tidak kamu harus menambahkan nomor telepon dan email yang dapat dihubungi.


Itulah beberapa tips yang perlu diperhatikan ketika mengisi profil LinkedIn untuk para fresh graduate. Jadi, meskipun kamu masih baru dalam dunia kerja alias masih baru lulus, tidak usah khawatir.

Kalau kamu belum memiliki pengalaman, kamu bisa mencoba mencari pengalaman dengan menjadi freelancer. Walaupun mungkin tidak semua jurusan kuliah bisa cari pengalaman dengan freelancing, tapi tidak ada salahnya kamu coba cek situs-situs freelancer besar untuk melihat apakah ada kemungkinan kamu bisa menawarkan skill kamu secara online.

Dari sana kamu akan dapat pengalaman kerja lapangan sekaligus bisa dicantumkan ke bagian pengalaman di profil LinkedIn kamu.

Tambahkan berbagai macam prestasi yang pernah kamu raih, pengalaman – pengalaman organisasi, magang, atau mengikuti workshop dan seminar – seminar.

Satu hal yang paling penting. Pastikan semua data yang kamu isi di LinkedIn adalah data yang benar dan bisa kamu pertanggungjawabkan.

Jangan sampai kamu melakukan manipulasi data ataupun berbohong mengenai pengalaman dan keterampilan yang kamu miliki.

Tinggalkan komentar